Chrome Pointer

Popular Post

Popular Posts

Posted by : Naufal Selasa, 03 November 2015







Titik
Scene 1

(Gelap) suara tangisan terdengar lirih menyambut dengan pasti gerak langkah mendekat. Lampu menyala biru mengirigi kesedihan.

Rey    : “ kenapa ? kamu menyesal melakukannya ? ”
V        : “ aku tidak tau ” (terisak)
Rey    : “ katanya kau cinta, lalu kenapa kau menangis ? ”
V        : “......” (terdiam)
R        : “ sudahlah, semua kan baik – baik saja dan terus barjalan seperti biasa”
V        : “ aku ingin sendiri ”
R        : “ baiklah, terserah apa maumu ” (melangkah sendiri keluar dengan  pasti)

Kembali suara langkah mendekat pelan teriring suara memanggil.

Putri   : “ v... kamu kenapa ? apa yang terjadi ? ”
V        : “ oh, kamu put... aku kira siapa. Entahlah, akupun tak tau apa yang
               aku tangisi. Tangisan untuk sesuatu yang pasti akan hilang. Mungkin
               aku belum siap menerima ini, tapi semua sudah terjadi. Entah apa
     yang merasukiku. Sampai........ ” (kembali terisak)
p        : “ sudahlah, toh semua yang ada pasti akan tiada. Semua yang baru
               pasti menjadi usang. Hari selalu berlalu dan semua kan baik saja ”
v        : “ kamu ga akan pernah tau put ”
p        : “ kamu yang ga pernah tau v. Terkadang semua harus berubah dan
               menjadi lain dari orang – orang normal selalu membuat hati ini
               bergejolak, sedih, sakit. Tapi apa kita harus terpuruk ? dan terjebak
               dalam waktu dan keadaan ? aku memilih menerima dan melanjutkan
     hidup. Coba renungkanlah perkataanku ”

(lampu mati) putri meninggalkan v sendiri. Suara tangis mulai menghilang perlahan.

Scene 2

Gadis : “ brengsek kamu rey !!
              setelah semua kamu ambil kamu tinggalkan aku begitu saja !
              dibuang dicampakan dan.... ” (menangis)
R        : “ aku tidak pernah berjanji padamu. Aku tidak merayumu. Kau yang
               memberikannya padaku dan kini aku bosan. Apa salahnya aku
               mencari seorang yang lain ? ”
g        : (suara tamparan terdengar) brengsek !
r        : “ apapun yang kau lakukan itu tidak akan berubah !
               kamu sudah seperti sampah !
               sekarang, tidak ada gunanya, rendah, terbuang, ciih ! ” (pergi)

lampu menyala, terlihat gadis menangis dan terisak. Terdengar suara langkah mendekat.

G       : “ pergi ! untuk apa kau kesini ? sudah tiada maaf lagi atas semua yang
               kau ucap ”
v        : “ ini aku, v. Kau kenapa ? ”
g        : “ aku kira kau orang lain ”
v        : “ ada apa ”
g        : “ entahlah, aku tidak tau. Aku hanya ingin sendiri ”
v        : “ semua kan baik – baik saja ”
g        : “ semua telah hilang, satu – satunya yang aku punya dan sekarang
               sudah tiada ”
v        : “ lalu ? ”
g        : “ lalu apa ? aku sudah seperti sampah ! ”
v        : “ apa kau akan menyerah ? hidup terus berjalan, seiring dengan waktu.
     masih banyak yang harus kita lakukan agar dunia bisa lebih baik.
G       : “ aku lemah v ”
V        : “ dan lalu ? pasrah menunggu aja ? ”
G       : “ mungkin. Aku sudah tidak tau apa yang harus aku lakukan lagi.
               Mungkin jika kamu tau apa yang aku rasakan, pandanganmu tak
               seperti ini. Aku sudah tidak ada harganya lagi ”
v        : “ kau salah, justru karena aku tau. Sudahlah, pikirkan baik – baik
               ingatlah kata – kataku ”

( v pergi lampu mati )

Scene 3

Lampu menyala terang,mulai terlihat putri dan rey.

R        : “ put, aku kurang apa sii ? aku tampan, kaya, anak tunggal dari orang
               terkaya di negeri ini dan yang terpenting aku cinta kamu !
               Cuma kamu ! ”
P        : “ aku ga bisa rey. Ga akan pernah ”
R        : “ apa maumu ? aku punya segalanya dan hanya kamu yang kumau ”
P        : “ aku tidak bisa mencintaimu rey, dari dulu sampai sekarang dan
               Mungkin selamanya. Kau mencintai orang lain ”
R        : (kaget dan sakit hati)
            “ siapa lelaki itu ? seberapa berharganya dia ? apa dia lebih tampan ?
               kaya ? atau apa ? ”
p        : “ pertanyaanmu memojokkanku. Aku tidak bisa menjelaskannya ”
r        : “ akh ! aku tau, kau mengarang semua itu kan ? ”
p        : “ tidak ! ”
r        : “ lalu siapa ? aldi, doni, putra ? ”
p        : “ bukan. Kau mengenalnya, tapi bukan mereka semua ”
r        : “ kenapa ? kenapa kau menyakitiku ? apa salahku ?
              (mulai tersedu putri menenangkan)
P        : “ maaf..... hanya itu rey yang bisa aku ucapkan dan hanya itu yang aku
               bisa berikan ”

hening sesaat dan gadis datang manghampiri mereka.

G       : “ oh, jadi ini alasanmu membuangku ? aku begitu mencintaimu dan dia
               Yang kau mau ”
R        : “ akh...! kau lagi ! aku sudah muak dengan mukamu ! ”
P        : “ jika boleh aku mau bicara ”
G       : “ mau ngomong, ngomong aja ! ”
P        : “ ada seorang yang begitu aku cintai dan bukan rey. Aku cinta
               temanmu ”
g        : “ siapa ? putra ? doni ? ”
p        : “ bukan. Aku cinta v ”
r        : “ GILA ! AKH ! GILA SEMUA ! ” (meninggalkan ruangan)
g        : “ akh !! rey tunggu ! ” (gadis mengejar rey)

( lampu mati )

Scene 4

All pemain :

DUNIA ADALAH
SEBUAH TITIK
DIMANA SEMUA BERMULA
DAN SEMUA BERAKHIR
SEMUA KAN BERHARGA
DAN SEMUA KAN TERBUANG

          HIDUP ADALAH SEMUA TITIK
          TITIK DARI KEHANCURAN
          CINTA
          HARAPAN
          KEPUTUSASAAN

                   AKU HIDUP
                   AKU MEMILIH
                   AKU HANCUR
                   AKU MATI
                            
                             DAN SEMUA BERAKHIR
                             DALAM SEBUAH
                             TITIK
         


Ending Pementasan Titik:
Download

{ 3 komentar... read them below or Comment }

- Copyright © 2013 Karang - Devil Survivor 2 - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -