Chrome Pointer

Popular Post

Popular Posts

Recent post







Titik
Scene 1

(Gelap) suara tangisan terdengar lirih menyambut dengan pasti gerak langkah mendekat. Lampu menyala biru mengirigi kesedihan.

Rey    : “ kenapa ? kamu menyesal melakukannya ? ”
V        : “ aku tidak tau ” (terisak)
Rey    : “ katanya kau cinta, lalu kenapa kau menangis ? ”
V        : “......” (terdiam)
R        : “ sudahlah, semua kan baik – baik saja dan terus barjalan seperti biasa”
V        : “ aku ingin sendiri ”
R        : “ baiklah, terserah apa maumu ” (melangkah sendiri keluar dengan  pasti)

Kembali suara langkah mendekat pelan teriring suara memanggil.

Putri   : “ v... kamu kenapa ? apa yang terjadi ? ”
V        : “ oh, kamu put... aku kira siapa. Entahlah, akupun tak tau apa yang
               aku tangisi. Tangisan untuk sesuatu yang pasti akan hilang. Mungkin
               aku belum siap menerima ini, tapi semua sudah terjadi. Entah apa
     yang merasukiku. Sampai........ ” (kembali terisak)
p        : “ sudahlah, toh semua yang ada pasti akan tiada. Semua yang baru
               pasti menjadi usang. Hari selalu berlalu dan semua kan baik saja ”
v        : “ kamu ga akan pernah tau put ”
p        : “ kamu yang ga pernah tau v. Terkadang semua harus berubah dan
               menjadi lain dari orang – orang normal selalu membuat hati ini
               bergejolak, sedih, sakit. Tapi apa kita harus terpuruk ? dan terjebak
               dalam waktu dan keadaan ? aku memilih menerima dan melanjutkan
     hidup. Coba renungkanlah perkataanku ”

(lampu mati) putri meninggalkan v sendiri. Suara tangis mulai menghilang perlahan.

Scene 2

Gadis : “ brengsek kamu rey !!
              setelah semua kamu ambil kamu tinggalkan aku begitu saja !
              dibuang dicampakan dan.... ” (menangis)
R        : “ aku tidak pernah berjanji padamu. Aku tidak merayumu. Kau yang
               memberikannya padaku dan kini aku bosan. Apa salahnya aku
               mencari seorang yang lain ? ”
g        : (suara tamparan terdengar) brengsek !
r        : “ apapun yang kau lakukan itu tidak akan berubah !
               kamu sudah seperti sampah !
               sekarang, tidak ada gunanya, rendah, terbuang, ciih ! ” (pergi)

lampu menyala, terlihat gadis menangis dan terisak. Terdengar suara langkah mendekat.

G       : “ pergi ! untuk apa kau kesini ? sudah tiada maaf lagi atas semua yang
               kau ucap ”
v        : “ ini aku, v. Kau kenapa ? ”
g        : “ aku kira kau orang lain ”
v        : “ ada apa ”
g        : “ entahlah, aku tidak tau. Aku hanya ingin sendiri ”
v        : “ semua kan baik – baik saja ”
g        : “ semua telah hilang, satu – satunya yang aku punya dan sekarang
               sudah tiada ”
v        : “ lalu ? ”
g        : “ lalu apa ? aku sudah seperti sampah ! ”
v        : “ apa kau akan menyerah ? hidup terus berjalan, seiring dengan waktu.
     masih banyak yang harus kita lakukan agar dunia bisa lebih baik.
G       : “ aku lemah v ”
V        : “ dan lalu ? pasrah menunggu aja ? ”
G       : “ mungkin. Aku sudah tidak tau apa yang harus aku lakukan lagi.
               Mungkin jika kamu tau apa yang aku rasakan, pandanganmu tak
               seperti ini. Aku sudah tidak ada harganya lagi ”
v        : “ kau salah, justru karena aku tau. Sudahlah, pikirkan baik – baik
               ingatlah kata – kataku ”

( v pergi lampu mati )

Scene 3

Lampu menyala terang,mulai terlihat putri dan rey.

R        : “ put, aku kurang apa sii ? aku tampan, kaya, anak tunggal dari orang
               terkaya di negeri ini dan yang terpenting aku cinta kamu !
               Cuma kamu ! ”
P        : “ aku ga bisa rey. Ga akan pernah ”
R        : “ apa maumu ? aku punya segalanya dan hanya kamu yang kumau ”
P        : “ aku tidak bisa mencintaimu rey, dari dulu sampai sekarang dan
               Mungkin selamanya. Kau mencintai orang lain ”
R        : (kaget dan sakit hati)
            “ siapa lelaki itu ? seberapa berharganya dia ? apa dia lebih tampan ?
               kaya ? atau apa ? ”
p        : “ pertanyaanmu memojokkanku. Aku tidak bisa menjelaskannya ”
r        : “ akh ! aku tau, kau mengarang semua itu kan ? ”
p        : “ tidak ! ”
r        : “ lalu siapa ? aldi, doni, putra ? ”
p        : “ bukan. Kau mengenalnya, tapi bukan mereka semua ”
r        : “ kenapa ? kenapa kau menyakitiku ? apa salahku ?
              (mulai tersedu putri menenangkan)
P        : “ maaf..... hanya itu rey yang bisa aku ucapkan dan hanya itu yang aku
               bisa berikan ”

hening sesaat dan gadis datang manghampiri mereka.

G       : “ oh, jadi ini alasanmu membuangku ? aku begitu mencintaimu dan dia
               Yang kau mau ”
R        : “ akh...! kau lagi ! aku sudah muak dengan mukamu ! ”
P        : “ jika boleh aku mau bicara ”
G       : “ mau ngomong, ngomong aja ! ”
P        : “ ada seorang yang begitu aku cintai dan bukan rey. Aku cinta
               temanmu ”
g        : “ siapa ? putra ? doni ? ”
p        : “ bukan. Aku cinta v ”
r        : “ GILA ! AKH ! GILA SEMUA ! ” (meninggalkan ruangan)
g        : “ akh !! rey tunggu ! ” (gadis mengejar rey)

( lampu mati )

Scene 4

All pemain :

DUNIA ADALAH
SEBUAH TITIK
DIMANA SEMUA BERMULA
DAN SEMUA BERAKHIR
SEMUA KAN BERHARGA
DAN SEMUA KAN TERBUANG

          HIDUP ADALAH SEMUA TITIK
          TITIK DARI KEHANCURAN
          CINTA
          HARAPAN
          KEPUTUSASAAN

                   AKU HIDUP
                   AKU MEMILIH
                   AKU HANCUR
                   AKU MATI
                            
                             DAN SEMUA BERAKHIR
                             DALAM SEBUAH
                             TITIK
         


Ending Pementasan Titik:
Download

. Titik

Salam Budaya!!
Kami Keluarga Besar Teater Karang SMA N 3 Purwokerto
Mengumumkan hasil dari Re organisasi Teater Karang SMAN 3 Purwokerto
yang dilaksanakan pada jam 10.15
pada hari Sabtu 19 September 2015
di Gedung B SMA N 3 Purwokerto kelas LC IPS


Hasil yang diperoleh sebagai Berikut:

1. Ketua Teater Karang masa jabatan 2015/2016
    Faizal Almahdi

2. Wakil Ketua
    Dea Rahma

3. Sekretaris
    Sekretaris 1: Indah Septiana S
    Sekretaris 2: Luthfina Nurlaili Damayanti

4. Bendahara
    Bendahara 1: Meta Rohijah
    Bendahara 2: Ayu Tri Utami

5. Humas
    Humas 1: Enricha Mella Maharani
    Humas 2: Ovaldo Baguszuva
    Humas 3: Icha Wulandari
    Humas 4: Frorentin Avien Shinta Maharani
    Humas 5: Ayu Rossa Setiawan
    Humas 6: Annisa Mawadah

Dokumentasi:

























Salam Budaya!
Disini saya memberikan Video Pementasan dari Naskah "SKAK"
Langsung saja Liat Videonya dibawah ini

Dowlnoad Video Pementasan: [KUMPULBAGI]
Naskah "SKAK":
SKAK
Karya : Egy Dwi Detik A.

Laura sedang duduk di sebuah gudang lokasi penculikan ketika dengan tiba-tiba Baron masuk. (lampu berwarna kuning/hijau backsound suara jam)
Baron : Pokoknya aku harus mendapat 50% dari saham ini !
Laura : Tidak akan, kamu hanya mendapatkan 30% dari saham ini bukankah kita sudah membicarakan hal ini sebelumnya. (berdiri, berjalan menghadap penonton sedikit membelakangi Baron)
Baron : setelah aku pikir – pikir lagi 30% tidak setara dengan pengorbanan ku yang harus melihat ia terbunuh. Ayolah, walaupun begitu, dia itu kakaku juga! (duduk melanjutkan permainan catur)
Laura : Lalu apakah kau akan mundur ? jika iya.. itu bukan masalah yang besar bagiku. Aku bisa melakukan ini sendiri tanpamu pecundang ! (duduk berhadapan dengan baron sambil melajukan catur)
Baron : Dasar perempuan licik.
Laura : Ya memang , aku licik dan aku akan melakukan apapun dengan segala cara demi mendapatkan apa yang aku ingin kan! Kau tau itu!.
Baron : SKAK !!!
Laura : Sial!
( sekertaris masuk )
Sekertaris : Maaf nyonya , saat ini pengawal kita gagal menangkap tuan Adrian.
Laura : Bodoh ! (menggebrak meja dan berdiri) bagaimana bisa ? Mereka sudah aku bayar mahal selama ini! aku tak mau tau ! pokoknya mereka harus segera menangkap si berengsek itu!.
Sekertaris : Bbb ( tergagap ) baiklah ( menundukan badan/hormat lalu keluar panggung )
Laura : Hingga kini aku masih tak mengerti dengan apa yang ada di otak ayah! Mengapa dari dulu hingga kini yang ia puja selalu saja Adrian!. Padahal.. menurutku Adrian bukan orang yang pintar, bahkan ia sangat amat bodoh! Aku muak dengan semua ini! Aku sudah tidak sabar ingin mengenyahkan lelaki bodoh itu dan mengapa kedua orang kepercayaanku itu justru gagal menjalankan misi sepele seperti ini!!. Tak berguna!!.
Baron : Sudah lah kak memangnya menculik itu semudah kau menembak mati seseorang.
Laura : ( Duduk ) mereka itu memang bodoh , aku menyesal memerintah mereka.
Baron : Bukankah mereka adalah orang – orang kepercayaan mu selama ini ?
Laura : Ya dan mungkin, aku akan memecat mereka jika sekali lagi mereka GAGAL!.
Baron : Ah terserah kau saja lah mari kita mulai permainan ini
Lalu mereka melanjutkan permainan dan tiba – tiba kedua pengawal masuk bersama Adrian yang kepalanya tertutup kain hitam
Laura : Ha...ha...ha aku kira kalian yang akan mati di tanganku, ternyata kalian berhasil menangkap lelaki ini, bagus… sepertinya aku salah karena merendahkan kalian. Ya.. walaupun kalian memang rendah.. (mengangkat kedua bahu)
Penculik1 : Jelas bos pekerjaan seperti ini sangat mudah untuk kami, yaa.. walaupun tadi dia sempat lari. Namun kami tetap berhasil membawanya.
Para pengawal mendorong Adrian hingga terpelanting
Sekertaris : ( Masuk ) bagaimana bos apakah anda puas?
Laura : Aku rasa belum (berdiri mendekati adrian, mengangkat dagunya) hingga lelaki ini meregang nyawa di tangan ku.
Baron : Apa harus secepat ini? bukankah kau ingin bermain – main dulu kak ?
Adrian : Lepaskan aku pengecut!! (Adrian meronta – ronta ingin di lepaskan)
Laura : Apa kau tau posisi mu sekarang bodoh!
Adrian : Lepaskan aku sekarang juga (berbicara mendesis)
Laura : Baik lah ...baiklah ( membuka penutup kepala lalu berdiri begitu juga Adrian )
Adrian : Apa – apaan ini ?!
Baron : Apa kau tau? kau ini sedang  berhadapan dengan ajal mu bodoh!
Adrian : Apa yang kalian lakukan?!, aku ini kakak kalian jangan main-main!.
Laura : Kakak ? cuih! lalu jika kau ini kakak kami apa lah artinya kakak demi saham ayah hah?!
Adrian : APA ! jadi maksud kalian apa , kalian mencullik ku bahkan ingin membunuh ku hanya untuk mendapatkan saham ayah ?!
Laura : Hanya ?! dasar bodoh saham itu tak pantas ada ditangan mu aku yang pantas mendapatkannya!.
Adrian : Tidak sepantasnya kalian melakukan ini pada ku kalian pikir aku mengelola saham ini untuk diriku sendiri, ini juga untuk kalian !.
( Lampu mulai merah )
Laura : Tapi sayang, karena hanya akulah yang sepantasnya mengelola saham ini dan kau… ( mata2 berjalan kearah laura sambil menyodorkan koper berisi pistol dan pisau) (laura mengambil pistol) tapi.. aku tidak ingin kau mati dengan cepat tanpa merasakan penderitaan. Sepertinya pisau akan lebih menyenangkan.. (mengembalikan pistol dan mengambil pisau)
Adrian : Jangan main-main laura!
Laura : Apa kau bilang ? main main? Apa kau masih bermimpi bahwa ini adalah sebuah permainan ?!
Adrian : Tapi laura !.. (belum sempat Adrian berbicara laura sudah menusukan pisau ke perut Adrian)
Ketika Adrian terjatuh si sekertaris dengan sigap berlari ke arah Adrian dan menangkapnya lalu menyangganya.
Baron : Waah… aku tak menyangka kau adalah pembunuh yang handal (berjalan ke arah laura sambil bertepuk tangan)
Laura : Ya.. mungkin ini karena rasa muakku yang sudah tak bisa ku tahan. Bagaimana ? ini mudah bukan?
Baron :  ya! Kau memang hebat laura, bahkan sepertiny hanya dalam hitungan detik saja kau sudah bias menguasai saham itu..
Laura :  Jelas! Aku ini bukan wanita bodoh yang tak bisa apa-apa. Apalagi itu demi harta yang sudah sepantasnya jadi milikku!
Baron : Tapi… ada yang kau harus tau, bahwa sebenarnya.. (menusuk laura dari belakang) kaulah wanita bodoh yang terperangkap jaringmu sendiri!.
Laura : ( Berbicara dengan nada tersendat ) Keparat ! kalian !
Adrian : Sekenario yang bagus Baron.
Baron : Tidak perlu menunggu waktu yang lama hanya untuk menunggu karena wanita bodoh ini dengan sendirinya datang untuk menemui ajal! Cih!.
Sekertaris : Maaf tuan sepertinya tuan Adrian harus segera kita bawa ke rumah sakit (cemas)
Baron : Ah iya aku sampai melupakan luka tusuknya, ayo kita ke rumah sakit!.
Baron & Sekertaris memapah Adrian keluar panggung lampu kembali hijau  backsound terdengar lalu lampu mati backsound mengeras.

Aktor :
Egy Dwi Detik A.         : Laura
Yosua Deni K.              : Adrian
Alva Riski Setyawan.   : Baron
Fajar Ilham H.             : Penculik 1
Annisa Mawaddah.     : Penculik 2
Betania Asih H.           : Malaikat 1
Dea Rahma.                : Malaikat 2
Meta Rohijah.             : Malaikat 3


- Copyright © 2013 Karang - Devil Survivor 2 - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -