Chrome Pointer

Popular Post

Popular Posts

Posted by : Naufal Selasa, 28 April 2015

Salam Budaya!
Disini saya memberikan Video Pementasan dari Naskah "SKAK"
Langsung saja Liat Videonya dibawah ini

Dowlnoad Video Pementasan: [KUMPULBAGI]
Naskah "SKAK":
SKAK
Karya : Egy Dwi Detik A.

Laura sedang duduk di sebuah gudang lokasi penculikan ketika dengan tiba-tiba Baron masuk. (lampu berwarna kuning/hijau backsound suara jam)
Baron : Pokoknya aku harus mendapat 50% dari saham ini !
Laura : Tidak akan, kamu hanya mendapatkan 30% dari saham ini bukankah kita sudah membicarakan hal ini sebelumnya. (berdiri, berjalan menghadap penonton sedikit membelakangi Baron)
Baron : setelah aku pikir – pikir lagi 30% tidak setara dengan pengorbanan ku yang harus melihat ia terbunuh. Ayolah, walaupun begitu, dia itu kakaku juga! (duduk melanjutkan permainan catur)
Laura : Lalu apakah kau akan mundur ? jika iya.. itu bukan masalah yang besar bagiku. Aku bisa melakukan ini sendiri tanpamu pecundang ! (duduk berhadapan dengan baron sambil melajukan catur)
Baron : Dasar perempuan licik.
Laura : Ya memang , aku licik dan aku akan melakukan apapun dengan segala cara demi mendapatkan apa yang aku ingin kan! Kau tau itu!.
Baron : SKAK !!!
Laura : Sial!
( sekertaris masuk )
Sekertaris : Maaf nyonya , saat ini pengawal kita gagal menangkap tuan Adrian.
Laura : Bodoh ! (menggebrak meja dan berdiri) bagaimana bisa ? Mereka sudah aku bayar mahal selama ini! aku tak mau tau ! pokoknya mereka harus segera menangkap si berengsek itu!.
Sekertaris : Bbb ( tergagap ) baiklah ( menundukan badan/hormat lalu keluar panggung )
Laura : Hingga kini aku masih tak mengerti dengan apa yang ada di otak ayah! Mengapa dari dulu hingga kini yang ia puja selalu saja Adrian!. Padahal.. menurutku Adrian bukan orang yang pintar, bahkan ia sangat amat bodoh! Aku muak dengan semua ini! Aku sudah tidak sabar ingin mengenyahkan lelaki bodoh itu dan mengapa kedua orang kepercayaanku itu justru gagal menjalankan misi sepele seperti ini!!. Tak berguna!!.
Baron : Sudah lah kak memangnya menculik itu semudah kau menembak mati seseorang.
Laura : ( Duduk ) mereka itu memang bodoh , aku menyesal memerintah mereka.
Baron : Bukankah mereka adalah orang – orang kepercayaan mu selama ini ?
Laura : Ya dan mungkin, aku akan memecat mereka jika sekali lagi mereka GAGAL!.
Baron : Ah terserah kau saja lah mari kita mulai permainan ini
Lalu mereka melanjutkan permainan dan tiba – tiba kedua pengawal masuk bersama Adrian yang kepalanya tertutup kain hitam
Laura : Ha...ha...ha aku kira kalian yang akan mati di tanganku, ternyata kalian berhasil menangkap lelaki ini, bagus… sepertinya aku salah karena merendahkan kalian. Ya.. walaupun kalian memang rendah.. (mengangkat kedua bahu)
Penculik1 : Jelas bos pekerjaan seperti ini sangat mudah untuk kami, yaa.. walaupun tadi dia sempat lari. Namun kami tetap berhasil membawanya.
Para pengawal mendorong Adrian hingga terpelanting
Sekertaris : ( Masuk ) bagaimana bos apakah anda puas?
Laura : Aku rasa belum (berdiri mendekati adrian, mengangkat dagunya) hingga lelaki ini meregang nyawa di tangan ku.
Baron : Apa harus secepat ini? bukankah kau ingin bermain – main dulu kak ?
Adrian : Lepaskan aku pengecut!! (Adrian meronta – ronta ingin di lepaskan)
Laura : Apa kau tau posisi mu sekarang bodoh!
Adrian : Lepaskan aku sekarang juga (berbicara mendesis)
Laura : Baik lah ...baiklah ( membuka penutup kepala lalu berdiri begitu juga Adrian )
Adrian : Apa – apaan ini ?!
Baron : Apa kau tau? kau ini sedang  berhadapan dengan ajal mu bodoh!
Adrian : Apa yang kalian lakukan?!, aku ini kakak kalian jangan main-main!.
Laura : Kakak ? cuih! lalu jika kau ini kakak kami apa lah artinya kakak demi saham ayah hah?!
Adrian : APA ! jadi maksud kalian apa , kalian mencullik ku bahkan ingin membunuh ku hanya untuk mendapatkan saham ayah ?!
Laura : Hanya ?! dasar bodoh saham itu tak pantas ada ditangan mu aku yang pantas mendapatkannya!.
Adrian : Tidak sepantasnya kalian melakukan ini pada ku kalian pikir aku mengelola saham ini untuk diriku sendiri, ini juga untuk kalian !.
( Lampu mulai merah )
Laura : Tapi sayang, karena hanya akulah yang sepantasnya mengelola saham ini dan kau… ( mata2 berjalan kearah laura sambil menyodorkan koper berisi pistol dan pisau) (laura mengambil pistol) tapi.. aku tidak ingin kau mati dengan cepat tanpa merasakan penderitaan. Sepertinya pisau akan lebih menyenangkan.. (mengembalikan pistol dan mengambil pisau)
Adrian : Jangan main-main laura!
Laura : Apa kau bilang ? main main? Apa kau masih bermimpi bahwa ini adalah sebuah permainan ?!
Adrian : Tapi laura !.. (belum sempat Adrian berbicara laura sudah menusukan pisau ke perut Adrian)
Ketika Adrian terjatuh si sekertaris dengan sigap berlari ke arah Adrian dan menangkapnya lalu menyangganya.
Baron : Waah… aku tak menyangka kau adalah pembunuh yang handal (berjalan ke arah laura sambil bertepuk tangan)
Laura : Ya.. mungkin ini karena rasa muakku yang sudah tak bisa ku tahan. Bagaimana ? ini mudah bukan?
Baron :  ya! Kau memang hebat laura, bahkan sepertiny hanya dalam hitungan detik saja kau sudah bias menguasai saham itu..
Laura :  Jelas! Aku ini bukan wanita bodoh yang tak bisa apa-apa. Apalagi itu demi harta yang sudah sepantasnya jadi milikku!
Baron : Tapi… ada yang kau harus tau, bahwa sebenarnya.. (menusuk laura dari belakang) kaulah wanita bodoh yang terperangkap jaringmu sendiri!.
Laura : ( Berbicara dengan nada tersendat ) Keparat ! kalian !
Adrian : Sekenario yang bagus Baron.
Baron : Tidak perlu menunggu waktu yang lama hanya untuk menunggu karena wanita bodoh ini dengan sendirinya datang untuk menemui ajal! Cih!.
Sekertaris : Maaf tuan sepertinya tuan Adrian harus segera kita bawa ke rumah sakit (cemas)
Baron : Ah iya aku sampai melupakan luka tusuknya, ayo kita ke rumah sakit!.
Baron & Sekertaris memapah Adrian keluar panggung lampu kembali hijau  backsound terdengar lalu lampu mati backsound mengeras.

Aktor :
Egy Dwi Detik A.         : Laura
Yosua Deni K.              : Adrian
Alva Riski Setyawan.   : Baron
Fajar Ilham H.             : Penculik 1
Annisa Mawaddah.     : Penculik 2
Betania Asih H.           : Malaikat 1
Dea Rahma.                : Malaikat 2
Meta Rohijah.             : Malaikat 3


Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 Karang - Devil Survivor 2 - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -