- Home >
- Kegiatan Resmi , Pentas Produksi >
- Pementasan SKAK Teater Karang Purwokerto 14 Februari 2015
Posted by : Naufal
Selasa, 28 April 2015
Salam Budaya!
Disini saya memberikan Video Pementasan dari Naskah "SKAK"
Langsung saja Liat Videonya dibawah ini
Dowlnoad Video Pementasan: [KUMPULBAGI]
Naskah "SKAK":
SKAK
Karya : Egy
Dwi Detik A.
Laura sedang duduk di sebuah gudang lokasi penculikan ketika dengan
tiba-tiba Baron masuk. (lampu berwarna kuning/hijau backsound suara jam)
Baron :
Pokoknya aku harus mendapat 50% dari saham ini !
Laura :
Tidak akan, kamu hanya mendapatkan 30% dari saham ini bukankah kita sudah
membicarakan hal ini sebelumnya. (berdiri, berjalan menghadap penonton sedikit
membelakangi Baron)
Baron :
setelah aku pikir – pikir lagi 30% tidak setara dengan pengorbanan ku yang
harus melihat ia terbunuh. Ayolah, walaupun begitu, dia itu kakaku juga! (duduk
melanjutkan permainan catur)
Laura :
Lalu apakah kau akan mundur ? jika iya.. itu bukan masalah yang besar
bagiku. Aku bisa
melakukan ini sendiri tanpamu pecundang ! (duduk berhadapan dengan baron
sambil melajukan catur)
Baron :
Dasar perempuan licik.
Laura :
Ya memang , aku licik dan aku akan melakukan apapun dengan segala cara demi
mendapatkan apa yang aku ingin kan! Kau tau itu!.
Baron :
SKAK !!!
Laura : Sial!
(
sekertaris masuk )
Sekertaris : Maaf nyonya , saat ini
pengawal kita gagal menangkap tuan Adrian.
Laura :
Bodoh ! (menggebrak meja dan berdiri) bagaimana bisa ? Mereka sudah
aku bayar mahal selama ini! aku tak mau tau ! pokoknya mereka harus segera menangkap si berengsek itu!.
Sekertaris : Bbb ( tergagap ) baiklah (
menundukan
badan/hormat lalu keluar panggung )
Laura : Hingga kini aku masih tak mengerti dengan apa yang ada di otak
ayah! Mengapa dari dulu hingga kini yang ia puja selalu saja Adrian!. Padahal..
menurutku Adrian bukan orang yang pintar, bahkan ia sangat amat bodoh! Aku muak
dengan semua ini! Aku sudah tidak sabar ingin mengenyahkan lelaki bodoh itu dan
mengapa kedua orang kepercayaanku itu justru gagal menjalankan misi sepele
seperti ini!!. Tak berguna!!.
Baron :
Sudah lah kak memangnya menculik itu semudah kau menembak mati seseorang.
Laura : (
Duduk ) mereka itu memang bodoh , aku menyesal memerintah mereka.
Baron :
Bukankah mereka adalah orang – orang kepercayaan mu selama ini ?
Laura :
Ya dan mungkin, aku akan memecat mereka jika sekali lagi mereka GAGAL!.
Baron :
Ah terserah kau saja lah mari kita mulai permainan ini
Lalu
mereka melanjutkan permainan dan tiba – tiba kedua pengawal masuk bersama Adrian yang kepalanya tertutup kain
hitam
Laura :
Ha...ha...ha aku kira kalian yang akan mati di tanganku, ternyata kalian berhasil
menangkap lelaki ini, bagus… sepertinya aku salah karena merendahkan kalian.
Ya.. walaupun kalian memang rendah.. (mengangkat kedua bahu)
Penculik1 : Jelas bos pekerjaan seperti
ini sangat mudah untuk kami, yaa.. walaupun tadi dia sempat lari. Namun
kami tetap berhasil membawanya.
Para
pengawal mendorong Adrian hingga terpelanting
Sekertaris : ( Masuk ) bagaimana bos
apakah anda puas?
Laura :
Aku rasa belum (berdiri mendekati adrian, mengangkat dagunya) hingga lelaki ini meregang nyawa di
tangan ku.
Baron :
Apa harus secepat ini? bukankah kau ingin bermain – main dulu kak ?
Adrian : Lepaskan aku pengecut!! (Adrian meronta – ronta ingin di lepaskan)
Laura :
Apa kau tau posisi mu sekarang bodoh!
Adrian :
Lepaskan aku sekarang juga (berbicara mendesis)
Laura :
Baik lah ...baiklah ( membuka penutup kepala lalu berdiri begitu juga
Adrian )
Adrian : Apa – apaan ini ?!
Baron :
Apa kau tau? kau ini
sedang berhadapan dengan ajal mu bodoh!
Adrian : Apa yang
kalian lakukan?!,
aku ini kakak kalian jangan main-main!.
Laura :
Kakak ? cuih! lalu
jika kau ini
kakak kami apa lah artinya kakak demi saham ayah hah?!
Adrian : APA ! jadi maksud kalian apa
, kalian mencullik ku bahkan ingin membunuh ku hanya untuk mendapatkan saham ayah ?!
Laura : Hanya ?! dasar bodoh saham itu tak
pantas ada ditangan mu aku yang pantas mendapatkannya!.
Adrian : Tidak sepantasnya kalian
melakukan ini pada ku kalian pikir aku mengelola saham ini untuk diriku sendiri,
ini juga untuk kalian !.
(
Lampu mulai merah )
Laura :
Tapi sayang, karena
hanya akulah yang sepantasnya mengelola saham ini dan kau… ( mata2
berjalan kearah laura sambil menyodorkan koper berisi pistol dan pisau) (laura
mengambil pistol) tapi.. aku tidak ingin kau mati dengan cepat tanpa merasakan
penderitaan. Sepertinya pisau akan lebih menyenangkan.. (mengembalikan pistol
dan mengambil pisau)
Adrian : Jangan main-main laura!
Laura : Apa kau bilang ? main main? Apa kau masih bermimpi bahwa ini
adalah sebuah permainan ?!
Adrian : Tapi laura !.. (belum sempat Adrian berbicara laura sudah
menusukan pisau ke perut Adrian)
Ketika
Adrian terjatuh si sekertaris dengan
sigap berlari ke arah Adrian dan menangkapnya lalu menyangganya.
Baron : Waah… aku tak menyangka kau adalah pembunuh yang handal
(berjalan ke arah laura sambil bertepuk tangan)
Laura : Ya.. mungkin ini karena rasa muakku yang sudah tak bisa ku
tahan. Bagaimana ? ini mudah bukan?
Baron : ya! Kau memang hebat
laura, bahkan sepertiny hanya dalam hitungan detik saja kau sudah bias
menguasai saham itu..
Laura : Jelas! Aku ini bukan
wanita bodoh yang tak bisa apa-apa. Apalagi itu demi harta yang sudah
sepantasnya jadi milikku!
Baron : Tapi… ada yang kau harus tau, bahwa sebenarnya.. (menusuk laura
dari belakang) kaulah wanita bodoh yang terperangkap jaringmu sendiri!.
Laura : (
Berbicara dengan nada tersendat ) Keparat ! kalian !
Adrian :
Sekenario yang bagus Baron.
Baron :
Tidak perlu menunggu waktu yang lama hanya untuk menunggu karena wanita bodoh
ini dengan sendirinya datang untuk menemui ajal! Cih!.
Sekertaris : Maaf tuan sepertinya tuan
Adrian harus segera kita bawa ke
rumah sakit (cemas)
Baron :
Ah iya aku sampai melupakan luka tusuknya, ayo kita ke rumah sakit!.
Baron
& Sekertaris
memapah Adrian
keluar panggung lampu kembali hijau backsound terdengar lalu lampu mati
backsound mengeras.
Aktor :
Egy Dwi Detik A. : Laura
Yosua Deni K. : Adrian
Alva Riski Setyawan. : Baron
Fajar Ilham H. : Penculik 1
Annisa Mawaddah. : Penculik 2
Betania Asih H. : Malaikat 1
Dea Rahma. : Malaikat 2
Meta Rohijah. : Malaikat 3
Egy Dwi Detik A. : Laura
Yosua Deni K. : Adrian
Alva Riski Setyawan. : Baron
Fajar Ilham H. : Penculik 1
Annisa Mawaddah. : Penculik 2
Betania Asih H. : Malaikat 1
Dea Rahma. : Malaikat 2
Meta Rohijah. : Malaikat 3
Navigation